Lifestyle
X-Treme Boys Freestyle Gresik
Ditulis oleh Super Administrator    Selasa, 04 Agustus 2009 23:38   

X-Treme Boys club freestyle berasal dari gresik dan berdirinya club ini pada bulan July 2007, anak-anak X-treme boys sebagian pecahan dari club freestyle Gresik juga yang bernama GMX (Gresik Motor Xtreme) yang ber domisili di gresik.

Pada waktu itu sebelum terbentuknya X-treme boys kanthel dan keblek sambil nungkrong di warung kopi kita juga' latian di jalan raya cerme, untuk berambisi untuk belajar freestyle. dan dengan dukungan teman-teman yang diantaranya bronk, wawich dan herry juga bekas anak GMX menyarankan kita untuk membuat club freestyle sendiri, karena kita di GMX hubungannya jauh lagian kita jarang berkumpul atau latian freestyle. akhirnya kanthel dan teman-teman memutuskan untuk mendirikan club sendiri.

 
Sensasi Freestyler
Ditulis oleh Super Administrator    Selasa, 04 Agustus 2009 23:15   

Konon, atraksi motor freestyle adalah gabungan olahraga supercross dan aksi ekstrim sepeda BMX!

UNTUK penggemarnya, atraksi motor ini merupakan seni berkendara tingkat tinggi. Betapa tidak, untuk melakukannya butuh skill dan nyali besar. Tak heran, bila atraksi motor freestyle kini semakin digemari kaum muda bahkan sudah jadi tren di kota-kota besar. Di kalangan penggemarnya, atraksi ini dianggap seni berkendara tingkat tinggi.

Modifikasi Ringan
Sembari melaju, roda depan motor Shogun itu terangkat tinggi. Masih di posisi itu, si pengendara malah berdiri dan menumpangkan sebelah kakinya tepat di atas speedometer kendaraannya. “Udah bagus, tapi kalau bisa agak jauh lagi,” teriak Godek, dedengkotnya tim Junior Raider Team sembari mengacungkan jempolnya ke atas saat latihan. Berdasarkan pengalamannya, sebaiknya lakukan persiapan dengan matang, terutama untuk motor yang akan digunakan. Baik itu jenis motor bebek maupun yang bertipe sport.

Bila perlu, lakukan sedikit modifikasi agar mekanisme gerak motor bisa bermanuver dengan gaya yang akan anda lakukan. Syukurlah, modifikasi yang dilakukan tergolong ringan dan tidak sedetail motor kontes. Artinya, rombakan itu tidak mengeluarkan biaya yang lumayan besar. Walau begitu, tetap saja harus memperhitungkan sisi keamanan, fungsionalitas, durability, dan keseimbangan motor yang dipakai.

Untuk awalnya, cukup memodifikasi pada bagian-bagian yang dianggap perlu dan disesuaikan dengan gaya yang akan dipelajari. Selain menghemat biaya, resiko pun bisa diminimalisasi. Dari penggantian ban anti slip, rem hingga sampai urusan shock breaker. “Kalau ada dana cukup, lebih baik pakai velg aluminium aja, karena bahan materialnya ringan, dan kuat,” terang Godek. Menurutnya, meski motor bawaan pabrik sudah cukup, adakalanya versi racing lebih aman saat digunakan. “Satu lagi, sebaiknya casing body, speedometer dan lampu depan dicopot. Selain gampang pecah, komponen itu mahal dan memang tak dibutuhkan,” sarannya.

 

Teknik Dasar
“Setidaknya, ada tiga gaya dasar yang wajib dipelajari untuk beraksi ala motor freestyle, selebihnya merupakan pengembangan sendiri,” papar Robbie, freestyler yang bergabung dalam tim Junior Raider Team. Dari mulai gaya stoppie (teknik mengangkat ban belakang setinggi-tingginya dengan menggunakan rem depan). Kemudian wheelie (motor melaju kencang dengan roda depan terangkat tinggi). Lagi dengan burnout (dimana ban belakang terus berputar dengan kondisi motor tetap diam, sampai ban belakang mengeluarkan asap). Hingga sliding (teknik pengereman seraya posisi motor dimiringkan ke arah kiri dan kanan).

“Untuk yang sudah agak mahir, anda bisa mencoba beberapa gaya seperti stand no hand, rodeo, dan rolling stoppie,” tambah pria yang piawai dalam teknik wheelie ini. Malah menurutnya teknik yang ada pada freestyle bukan cuma untuk menguji keberanian saja, namun bisa juga meningkatkan ketangkasan dalam berkendara, terlebih lagi dalam teknik pengereman.

Resiko
Selain menampilkan suguhan menarik, banyak pula yang terinspirasi ingin mencoba sendiri. Alhasil, tentu saja itu berbahaya dan merugikan diri sendiri. Sebab, selain mendapatkan cedera, anda pun sulit untuk menerapkan teknik-tekniknya karena kurang pengetahuan dan informasi untuk itu. Nah, bila ingin mencoba dan bisa terhindar dari segala resiko cedera, ada baiknya anda berlatih dengan yang sudah ahli. Seperti dengan apa yang sudah dilakukan tim Junior Raider Team binaan Suzuki Motor Club.

“Kami biasanya berlatih di tempat atau jalan yang jarang dilewati orang, seperti di belakang terminal bis Stabat atau di Pendopo USU,” ucap Godek. Selain mengasah kemampuan anggota, tim ini juga tidak menutup diri bila ada yang ingin mengetahui dan belajar tentang freestyle. “Malah kalau mau serius, dijamin dalam waktu sejam anda sudah bisa melakukan setiap gaya dasar,” ujar Godek lagi. Akan tetapi sangat tidak dianjurkan bila anda memang tidak menaruh minat. “Kegiatan ini cukup ekstrim, jadi jangan sesekali mencoba tanpa instruktur, karena akibatnya bisa fatal,” tambahnya.

Lagi pula, selama berlatih komunitas ini tidak mengijinkan orang keluar-masuk ke dalam trek. Karena berisiko dan bisa mengakibatkan kecelakaan. Meski begitu, kurangnya fasilitas berupa tempat latihan membuat komunitas ini sulit berkembang. “Padahal, jika saja semua yang berkompeten mau peduli, bukan tidak mungkin kegiatan ini bisa mendulang prestasi,” ucap Kartolo, leader tim Racing Suzuki Medan. Menurutnya, yang paling dibutuhkan freestyler adalah arena tempat berlatih. “Jadi tidak lagi ada istilah ‘curi-curi’ tempat dan diuber-uber petugas,” ucapnya mengakhiri. Sayang, di sini kemampuan aksi freestyler hanya diperlihatkan lewat even launching produk maupun di ajang road race.

Teks oleh Sofyan Siahaan
Foto oleh M. Amir Imanuddin
http://www.aplausthelifestyle.com

Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 06 Agustus 2009 19:12 )
 
Sebutan Baru Untuk Freestyle Motor
Ditulis oleh Super Administrator    Selasa, 04 Agustus 2009 16:00   

stuntrider3Mengendarai motor dengan gaya bebas semakin digandrungi anak-anak muda di seluruh pelosok negri ini, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Mengendarai motor dengan gaya bebas sering di sebut dengan Freestyle motor di beberapa pulau di negri ini,  namun sebenarnya sebutan Freestyle motor pun sebenarnya salah, karena bila kita sebut freestyle motor cakupanya bisa meluas, bisa freestyle motor cross atau yang lainya.

 

Sebenarnya di Negara asal freestyle itu tumbuh, nama olahraga sepeda motor ini adalah Freestyle street bike, yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu bergaya bebas dalam mengendarai motor jalanan ( motor yang biasa di pakai di jalan raya ). Namun untuk kemudahan penyebutan atau mungkin kurang paham di Indonesia ini lebih terkenal dengan sebutan Freestyle Motor.

 
Pada belakangan ini timbulah sebutan baru untuk freestyle motor, sebutan baru itu adalah Stuntriding. Walaupun sebenarnya sebutan stuntriding itu sudah lama juga di Negara tempat street bike freestyle ternama berada. Namun banyak di kalangan freestyle motor sendiri kurang paham dengan sebutan baru ini. Stunt yang bila diartikan dalam bahasa kita adalah beraksi dan riding adalah mengendarai motor, bila di gabung stuntriding menjadi beraksi dalam mengendarai motor. Dan bila di freestyle sebutan pengendara motornya adalah freestyler, tapi bila sebutan di stuntriding pengendaranya di sebut dengan Stuntrider, Namun keduanya hanya sebatas sebutan dan nama yang mempunyai arti dan makna yang sama. Penulis  : Reza S.S.

 

 

Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 06 Agustus 2009 18:59 )