|
Dulu nama freestyle identik dengan olahraga basket. Kini tidak lagi.
Karena freestyle sudah berganti menjadi olahraga akrobatik diatas
motor. Trend akrobatik motor mulai marak sekitar tahun 2005 dan
kemudian semakin ramai setahun berikutnya setelah diadakan kompetisi
freestyler secara nasional yang dihelat oleh U Mild U Bikers. Di luar
negeri tren ini sudah lebih dulu muncul dan istilah freestyle disana
lebih dikenal dengan nama stuntrider.
Kini, di Indonesia
olahraga akrobatik freestyle sudah mendapatkan tempat di komunitas
pencinta roda dua. Peminat freestyle tiap tahunnya meningkat dan terus
bertambah. Jenis aksi standar yang dimainkan oleh para freestyler tanah
air adalah wheelie dan stoppie. Wheelie sendiri adalah sebuah manuver
yang dilakukan dengan mengangkat roda depan sedangkan stoppie
memberhentikan motor sambil mengangkat roda bagian belakang. Dari kedua
gaya tersebut kemudian dikombinasikan dengan gaya gaya ekstrem lainnya
seperti wheelie sambil berputar, lepas tangan, atau stoppie dengan
duduk diatas tangki bensin, dan lainnya. Tingkat kesulitan dari
aksi-aksi para freestyle ini benar-benar mendebarkan jantung.
Beberapa
gaya freestyler tanah air masih mengadopsi aksi-aksi stuntrider asing.
Salah satunya yang menjadi trendsetter para freestyler kita adalah
Angyal Zoltan, stuntrider asal Hungaria. Namanya mungkin memang asing
di telinga kita, namun di komunitas stuntrider internasional dan juga
di Indonesia, nama ini sering terdengar. Hampir semua kejuaraan di
dunia mencatat nama Zoltan sebagai jawaranya, karena dialah
satu-satunya di dunia yang bisa melakukan aksi akrobatik di atas motor
dengan satu roda, berjalan berputar, dan sambil duduk membelakangi
muka. Aksi tersebut dikenal dengan nama Switch Back Circle Wheelie,
salah satu jenis aksi paling ekstrem dalam freestyle atau stuntrider.
Aksi stunt terbaru ini dilakukannya saat kejuaraan di European Stunt
Riding Championship, Austria dan sejak saat itu namanya pun mencuat.
Sebelumnya,
pria yang berasal dari sebuah kota kecil bernama Kunhegyes di
Jász-Nagykun-Szolnok, Hungary ini memang sudah menjuarai berbagai macam
kompetisi stuntrider di Finlandia, Belanda dan Hungaria. Pria kelahiran
21 maret 1985 ini memulai karirnya dengan kegemarannya bergaya
memainkan motornya. “Sepeda motor yang saya gunakan untuk melakukan
atraksi pertama adalah jenis MZ asal Jerman dengan kapasitas mesin 125
cc," ujarnya. Karir pertamanya di bidang akrobatik bermotor ini
kemudian baru dimulai tahun 2006 dan dua tahun kemudian dia menjadi
juara dua di European Stunt Riding Championship, Austria dengan
melakukan aksi yang hingga kini belum bisa ditiru lainnya yaitu switch
back wheelie tanpa ban depan. Tahun berikutnya dia berhasil naik podium
pertama di Stuntwars Competition, Florida USA.
Untuk melihat
kebolehannya berlaga tak perlu ke Austria, karena U Mild U Bikers
memfasilitasi keinginan para bikers dengan mendatangkan Angyal Zoltan
ke ajang U Mild U Bikers Festrack 2009, di Mandala Krida, Yogyakarta
(18-19/04), Stadion Tumenggung Abdul Jamil, Batam (11-12/6), PRJ
Kemayoran, Jakarta (3-4/10) dan Sirkuit Kenjeran, Surabaya (21-22/11).
Selain
memperlihatkan aksi-aksi ekstremnya, Zoltan akan beradu aksi dan tandem
bersama Wawan Tembong, jawara freestyle lokal Indonesia yang merupakan
Best of the Best Freestyle U Mild Freestyle Competition 2008. Tak hanya
tampil sebagai bintang tamu, Zolthan juga akan hadir untuk berbagi ilmu
tentang gaya dan aksi-aksi yang membawanya menjadi juara dunia. “U Mild
berharap terjadi transfer ilmu berupa tips dan trik dari Zoltan ke
freestyler lokal, serta sebaliknya Zoltan juga bisa melihat bahwa
freestyler kita juga tak kalah jago dan dia bisa membantu membuka jalan
untuk penjenjangan freestyler Indonesia agar dapat berkompetisi di luar
negeri,” tandas Yasin Tofani Sadikin, Brand Manager U Mild.
Senada
dengan Tofani Wawan, mengatakan kehadiran Zoltan diharapkan bisa
membawa trend sekaligus membuka wawasan para freestyler di Indonesia
agar bisa menjadi profesional seperti dirinya. “Zoltan memang hebat.
Meski freestyle Indonesia sudah banyak yang bisa melakukan aksi-aksi
seperti freestyle luar, namun aksi Switch Back Circle Wheelie memang
benar benar gila, dan wajib disimak,” tandas Wawan Tembong. Wawan
berharap suatu saat freestyler Indonesia bisa mendapatkan apresiasi
dari masyarakat, tak lagi dipandang sebelah mata sebagai hobi jalanan,
namun menjadi sebuah profesi yang dihargai seperti halnya Angyal
Zoltan.
|